Perangkat Desa Tobayagan Induk Dipecat Secara Sepihak, Kebijakan Sangadi Tuai Protes Warga

Wednesday, 8 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLSEL, Newsline.id — Polemik tengah mengguncang Pemerintah Desa Tobayagan Induk, Kecamatan Pinolosian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Pasalnya, Sangadi (Kepala Desa) Achamadi Nguntung diduga memecat empat perangkat desa secara sepihak tanpa dasar hukum yang jelas.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (7/10/2025) itu langsung menuai reaksi keras dari warga. Mereka menilai keputusan sangadi tersebut tidak mencerminkan semangat pemerintahan yang transparan dan berkeadilan.

“Pada 6 Maret 2025 lalu kami sudah menemui Kepala Dinas PMD untuk mengklarifikasi persoalan pemecatan empat perangkat desa Tobayagan Induk,” ujar salah satu warga, Yunius Mokoagow, Selasa (8/10/2025).

Menurut Yunius, surat pemecatan yang dikeluarkan sangadi hanya ditembuskan ke BPD dan Camat Pinolosian Tengah tanpa melalui mekanisme resmi sebagaimana diatur dalam regulasi. Warga menilai langkah tersebut bertentangan dengan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Kepala Bidang PMD Kabupaten Bolsel, Arfan Djafar, S.Pd, turut menanggapi persoalan itu. Ia menegaskan bahwa surat pemberhentian yang diterbitkan Sangadi Tobayagan Induk cacat formil dan dinyatakan batal demi hukum.

“Pemberhentian itu tidak memenuhi unsur dan tidak beralasan hukum sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 67 Tahun 2017,” tegas Djafar.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Sangadi Tobayagan Induk Achamadi Nguntung belum memberikan klarifikasi resmi meski telah dihubungi melalui nomor WhatsApp pribadinya.

Langkah pemecatan sepihak ini kini menjadi perhatian serius masyarakat setempat, yang berharap Pemerintah Kabupaten Bolsel dapat mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan desa.(Rony)

Berita Terkait

Dampingi RYL di Polres Kotamobagu, Kuasa Hukum Tegaskan Punya Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik
Bantah Klaim CIE ISTY soal Pinjaman, RYL Ungkap Bunga Rp900 Ribu per 10 Hari
PETI Nuntap Kembali Beroperasi, Parindo Tantang Kapolres Bolmong: Sita Ekskavator dan Usut Investor!
Solar Langka di Kotamobagu, Parindo Tantang Kapolres Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi
Polda Sulut Bongkar PETI di Gunung Mobungayon, 84 Tenda dan 19 Tromol Ditemukan
Foto Telanjang ASN Kotamobagu Diduga Disebar gegara Utang, Polres Turun Tangan
Diduga Cemburu Lihat Percakapan WhatsApp, Perempuan di Kotamobagu Laporkan Pria ke Polisi
Diduga Cabuli Wanita Saat Tak Sadarkan Diri, Dua Pria Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 12:31

Dampingi RYL di Polres Kotamobagu, Kuasa Hukum Tegaskan Punya Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik

Thursday, 15 October 2026 - 23:06

Bantah Klaim CIE ISTY soal Pinjaman, RYL Ungkap Bunga Rp900 Ribu per 10 Hari

Wednesday, 14 October 2026 - 14:32

PETI Nuntap Kembali Beroperasi, Parindo Tantang Kapolres Bolmong: Sita Ekskavator dan Usut Investor!

Tuesday, 13 October 2026 - 15:41

Solar Langka di Kotamobagu, Parindo Tantang Kapolres Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi

Tuesday, 13 October 2026 - 12:09

Polda Sulut Bongkar PETI di Gunung Mobungayon, 84 Tenda dan 19 Tromol Ditemukan

Berita Terbaru