BOLMONG,Newsline.id –Bentrok berdarah antarwarga kembali pecah di Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolmong. Tarkam yang terjadi di perbatasan Desa Tonom dan Desa Ibolian I, Jumat (30/1/2026) dini hari, menyebabkan sedikitnya enam warga Desa Ibolian I mengalami luka akibat senjata angin rakitan.
Aksi saling serang melibatkan kelompok pemuda dari Desa Tonom, Desa Ibolian I, dan Desa Ibolian Induk. Bentrokan diduga dipicu konsumsi minuman keras oleh sekelompok pemuda yang berujung keributan dan meluas menjadi konflik antarkampung.
Kepala Desa Ibolian I, Frengki Pandelaki, mengatakan puncak bentrokan terjadi sekitar pukul 03.00 WITA dan menimbulkan sejumlah korban luka.
“Dari data sementara, ada enam korban dari Desa Ibolian I. Termasuk salah satu Babinsa. Semuanya diduga terkena senjata angin rakitan,” ujar Frengki.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait korban dari desa lain karena kondisi di lapangan sempat memanas dan belum sepenuhnya kondusif.
“Untuk desa lain kami belum mengetahui pasti karena situasi tadi masih panas,” katanya.
Selain warga, satu personel Babinsa dilaporkan turut menjadi korban setelah terkena senjata angin rakitan saat berupaya mengamankan lokasi bentrokan.
Frengki berharap kehadiran aparat TNI dan Polri dapat segera mengendalikan situasi serta menindak tegas para pelaku keributan, khususnya yang menggunakan senjata angin rakitan.
“Kami berharap aparat bertindak tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, akses jalan AKD menuju Kotamobagu dilaporkan sudah kembali dapat dilalui. Puluhan personel gabungan TNI dan Polri masih berjaga di perbatasan Desa Tonom dan Desa Ibolian I untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.(Rony)










