SANGTOMBOLANG — Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, turun langsung meninjau tanggul irigasi yang jebol di Desa Cempaka, Kecamatan Sangtombolang, sebagai respons cepat terhadap ancaman krisis pengairan yang mengintai sektor pertanian setempat.
Kerusakan tanggul tersebut berdampak besar terhadap sekitar 600 hektare lahan persawahan yang tersebar di lima desa, yakni Cempaka, Ayong, Babo, Bolangat Timur, dan Bolangat. Selain menghentikan aliran air yang menjadi kebutuhan utama pertanian, akses jalan petani menuju sawah juga terputus total akibat jebolnya infrastruktur tersebut.

Dari hasil peninjauan di lapangan, diketahui kerusakan dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam satu bulan terakhir. Aliran air yang deras menggerus gorong-gorong di bawah saluran irigasi hingga ambrol, menyebabkan tanggul di atasnya ikut runtuh.
Menghadapi kondisi darurat ini, warga Desa Cempaka bergerak cepat melakukan perbaikan sementara secara swadaya. Dengan memanfaatkan bahan sederhana seperti batang kelapa sebagai penyangga dan pelat seng untuk alas saluran, petani berupaya mengalirkan kembali air ke lahan mereka.
“Kami tidak bisa menunggu lama, karena sawah ini sumber penghidupan kami. Jadi kami perbaiki seadanya agar air tetap mengalir,” ujar salah satu petani setempat.
Bupati Yusra Alhabsyi menegaskan pentingnya langkah cepat dari pemerintah provinsi untuk menangani kerusakan tersebut secara permanen. Ia meminta instansi terkait segera turun tangan agar dampak terhadap petani tidak semakin meluas.
“Kondisi ini harus segera ditangani serius. Kami berharap pemerintah provinsi melalui dinas terkait bisa segera melakukan perbaikan permanen agar aktivitas pertanian kembali normal,” tegas Yusra.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir perwakilan Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara melalui UPTD Wilayah II, Dinas PUPR Kabupaten Bolaang Mongondow, unsur Forkopimcam Sangtombolang, serta Sangadi Desa Cempaka. Sinergi antar pihak diharapkan mampu mempercepat proses penanganan dan memastikan keberlanjutan infrastruktur pertanian di wilayah tersebut.(**)










