BOLMONG,newsline.id — Konflik antarwarga Desa Tonom dan Desa Ibolian I di Kecamatan Dumoga Timur dan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolmong, yang sempat memanas, kini berangsur mereda. Situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif, meski aparat gabungan TNI, Polres Bolmong, dan Brimob masih berjaga untuk mencegah potensi gesekan susulan.
Wakapolda Brigjen Awi Sutiyono mengatakan, kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah bergerak cepat melakukan pengamanan serta mediasi guna menenangkan massa dari kedua desa. “Kami langsung mengambil langkah persuasif agar situasi tidak berkembang lebih luas,” ujarnya. Jumat Sore (30/01/2026).

Menurutnya, bentrokan diduga dipicu aksi provokasi sekelompok pemuda yang menggeber sepeda motor dengan knalpot bising sekitar pukul 03.00 Wita. Aksi tersebut memancing emosi warga dan berujung pada gesekan fisik beberapa jam kemudian. “Ada indikasi para pemuda berada di bawah pengaruh minuman keras,” kata Awi.
Data sementara mencatat 11 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Sejumlah korban mengalami luka akibat tembakan senapan angin, sementara lainnya menderita luka karena lemparan batu. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Untuk menjamin keamanan warga, sekitar 200 personel disiagakan di titik-titik rawan. Selain pengamanan, aparat juga menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap para pelaku. “Proses hukum akan kami lakukan secara tuntas untuk mengungkap akar masalah dan memberi efek jera,” tegas Wakapolda.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. “Serahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat penegak hukum agar situasi kamtibmas di wilayah Dumoga tetap aman dan terkendali,” pungkasnya.
Reporter: Roni Bonde










