LOLAK — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam meningkatkan keselamatan masyarakat terus diperkuat melalui dukungan terhadap program edukasi langsung di tingkat desa. Hal itu ditunjukkan Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, saat membuka kegiatan Bina Desa yang dilaksanakan Politeknik Negeri Manado di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, Rabu (13/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dony Lumenta menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, edukasi mengenai bahaya kelistrikan menjadi hal penting karena menyangkut keselamatan warga di lingkungan rumah tangga. Ia pun mengapresiasi langkah Politeknik Negeri Manado yang tidak hanya menghadirkan sosialisasi, tetapi juga turun langsung memeriksa kondisi instalasi listrik rumah warga.
“Kami sangat mengapresiasi Politeknik Negeri Manado yang telah memilih Desa Totabuan sebagai lokasi kegiatan pengabdian masyarakat. Kiranya mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus untuk membantu masyarakat secara langsung,” ujar Dony Lumenta.

Program Bina Desa tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado yang melibatkan dosen serta mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan instalasi listrik rumah warga guna mendeteksi potensi bahaya akibat jaringan listrik yang tidak sesuai standar keamanan.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menilai kegiatan seperti ini memberi manfaat besar bagi masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan instalasi listrik yang aman dan layak.

Selain pemeriksaan instalasi rumah warga, program tersebut juga akan dilanjutkan dengan perbaikan jaringan listrik pada Juni mendatang. Bahkan, Politeknik Negeri Manado turut merencanakan pemasangan lampu jalan tenaga surya sebagai dukungan terhadap peningkatan keamanan dan penerangan lingkungan di Desa Totabuan.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi membangun desa melalui pendidikan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat.(Advetorial)










