Oknum Kapolsek Kaidipang Diduga Ancam Wartawan Saat Kebakaran PTSP

Monday, 25 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Illustrasi

Foto: Illustrasi

BOLTARA,newsline.id — Aroma intimidasi terhadap kebebasan pers mencuat di tengah kebakaran Kantor PTSP Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Senin (25/05/2026). Saat api masih berkobar dan petugas berjibaku melakukan pemadaman, seorang wartawan justru diduga mendapat ancaman verbal dari Kapolsek Kaidipang, AKP Sofyian Ramin.

Insiden itu terjadi ketika wartawan sedang mengambil gambar di lokasi kebakaran yang dipenuhi warga dan aparat kepolisian. Di tengah situasi genting tersebut, Wakapolres Bolmut, Kompol Abdul Rahman Fauji, bahkan sempat mengumumkan melalui pengeras suara bahwa area kebakaran hanya diperbolehkan untuk petugas dan wartawan.

Namun beberapa saat kemudian, suasana berubah tegang.

Oknum Kapolsek Kaidipang disebut tiba-tiba mendatangi salah satu wartawan media lokal, Ramdan Buhang, lalu membentaknya di lokasi kejadian. Padahal saat itu wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk mendokumentasikan proses pemadaman kebakaran gedung pelayanan publik tersebut.

Ramdan mengaku telah menjelaskan dirinya sedang melakukan peliputan. Ia bahkan menyebut dirinya merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Tetapi pengakuan itu justru dibalas dengan nada tinggi.

“Meski anggota PWI emang kenapa?” ujar Ramdan menirukan ucapan Kapolsek.

Ketegangan di lokasi pun memuncak. Adu argumen terjadi di tengah kobaran api dan kerumunan warga yang menyaksikan proses pemadaman.

Tak berhenti sampai di situ, Kapolsek Kaidipang juga diduga melontarkan ancaman bernada kekerasan kepada wartawan.

“Bentar kamu saya hajar,” kata Ramdan menirukan ucapan Kapolsek.

Ucapan itu disebut disaksikan langsung sejumlah warga, wartawan lain, hingga anggota polisi yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Peristiwa ini langsung memicu sorotan terhadap perlindungan kerja jurnalistik di Boltara. Di saat publik membutuhkan informasi cepat terkait kebakaran gedung pelayanan daerah, wartawan justru diduga mendapat tekanan saat menjalankan tugas di lapangan.

Insiden tersebut dinilai mencederai kebebasan pers dan memperlihatkan masih adanya sikap intimidatif terhadap kerja media di ruang publik.(**)

Berita Terkait

Dampingi RYL di Polres Kotamobagu, Kuasa Hukum Tegaskan Punya Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik
Bantah Klaim CIE ISTY soal Pinjaman, RYL Ungkap Bunga Rp900 Ribu per 10 Hari
PETI Nuntap Kembali Beroperasi, Parindo Tantang Kapolres Bolmong: Sita Ekskavator dan Usut Investor!
Solar Langka di Kotamobagu, Parindo Tantang Kapolres Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi
Foto Telanjang ASN Kotamobagu Diduga Disebar gegara Utang, Polres Turun Tangan
Diduga Cemburu Lihat Percakapan WhatsApp, Perempuan di Kotamobagu Laporkan Pria ke Polisi
Diduga Cabuli Wanita Saat Tak Sadarkan Diri, Dua Pria Dilaporkan ke Polisi
Solar SPBU Kotabangun Disebut Sering Habis, Warga Desak APH Turun Tangan

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 12:31

Dampingi RYL di Polres Kotamobagu, Kuasa Hukum Tegaskan Punya Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik

Thursday, 15 October 2026 - 23:06

Bantah Klaim CIE ISTY soal Pinjaman, RYL Ungkap Bunga Rp900 Ribu per 10 Hari

Wednesday, 14 October 2026 - 14:32

PETI Nuntap Kembali Beroperasi, Parindo Tantang Kapolres Bolmong: Sita Ekskavator dan Usut Investor!

Tuesday, 13 October 2026 - 15:41

Solar Langka di Kotamobagu, Parindo Tantang Kapolres Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi

Monday, 12 October 2026 - 21:11

Foto Telanjang ASN Kotamobagu Diduga Disebar gegara Utang, Polres Turun Tangan

Berita Terbaru