KOTAMOBAGU — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kotamobagu kembali dikeluhkan warga dan para sopir. Dugaan praktik penyalahgunaan Solar subsidi menggunakan kendaraan bertangki modifikasi dan jerigen dalam jumlah besar kini menjadi sorotan.
Tokoh masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR), Parindo Potabuga, secara terbuka menantang Kapolres Kotamobagu untuk turun tangan dan menertibkan dugaan praktik tersebut yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
“Saya tantang Kapolres Kotamobagu, jangan tutup mata! Tertibkan mafia Solar di SPBU-SPBU Kotamobagu. Sopir truk, angkot, dan petani menjerit karena Solar langka, tapi di sisi lain ada oknum yang bolak-balik isi Solar pakai mobil tangki modifikasi,” tegas Parindo kepada wartawan, Senin (13/10/2026).

Menurut Parindo, dugaan penyalahgunaan Solar subsidi itu perlu ditelusuri secara serius. Ia menyoroti penggunaan kendaraan dengan tangki yang diduga telah dimodifikasi serta jerigen berkapasitas besar untuk membeli Solar berulang kali dalam sehari.
Ia menduga praktik tersebut berpotensi membuat distribusi Solar subsidi tidak tepat sasaran. BBM yang semestinya diperuntukkan bagi konsumen yang berhak justru dikhawatirkan dikuasai pihak-pihak tertentu untuk kepentingan komersial.
“Ini bukan rahasia lagi. Masyarakat melihat sendiri. Pertanyaannya, ke mana Solar itu dijual? Diduga dijual kembali ke tambang-tambang ilegal dengan harga tinggi. Ini kejahatan yang harus dilawan,” lanjutnya.
Parindo mendesak Polres Kotamobagu berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap SPBU yang disorot masyarakat. Ia juga meminta pengawasan distribusi diperketat guna mencegah dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya dengan menindak pembeli di lapangan. Aparat penegak hukum, kata dia, perlu menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang terlibat, termasuk tujuan penyaluran Solar yang dibeli secara berulang.
“Jangan hanya sopir kecil yang ditindak. Bongkar jaringannya. Periksa CCTV SPBU, siapa yang isi berulang. Kalau Kapolres serius, dalam seminggu mafia ini bisa tuntas,” tantangnya.
Desakan tersebut menjadi perhatian di tengah keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh Solar. Pengawasan distribusi dan penelusuran dugaan penyimpangan dinilai penting agar BBM subsidi dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Kotamobagu dan pengelola SPBU di wilayah Kotamobagu belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan kelangkaan Solar maupun dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM subsidi tersebut.(Rony)










