Sembilan Nyawa Hilang di Lintasan Drag Race Kotamobagu, Muksin Jadi Korban Terakhir

Sunday, 16 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAMOBAGU — Satu pekan setelah tragedi maut di lintasan Drag Race Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, duka kembali menyelimuti keluarga korban.

Muksin Dondo (53), warga Pontodon Timur, yang sebelumnya masih berjuang mendapatkan perawatan akibat luka berat, akhirnya meninggal dunia. Kepergiannya membuat jumlah korban tewas dalam tragedi tersebut menjadi sembilan orang.

Muksin merupakan salah satu warga yang berada di sekitar area perlombaan pada Minggu (9/8/2026). Ia datang untuk menyaksikan ajang adu kecepatan yang berlangsung di Jalan AP Mokoginta.

Namun suasana perlombaan berubah menjadi kepanikan ketika sebuah kendaraan peserta kehilangan kendali dan menghantam area penonton.

Dalam hitungan detik, kegembiraan berubah menjadi jeritan. Warga yang semula berdiri menyaksikan perlombaan berhamburan menyelamatkan diri, sementara sejumlah lainnya menjadi korban.

Muksin kemudian dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. Harapan keluarga agar ia dapat kembali pulih terus dipanjatkan selama menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Namun harapan itu akhirnya pupus.
Muksin mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya. Kabar tersebut sekaligus menambah panjang daftar korban meninggal dunia menjadi sembilan orang.

Sebagian korban berasal dari wilayah sekitar Kotamobagu dan Kabupaten Bolaang Mongondow, termasuk Bilalang dan Pontodon.

Tragedi tersebut tidak hanya meninggalkan angka dalam catatan peristiwa. Di balik sembilan korban, terdapat sembilan keluarga yang kehilangan orang terkasih.

Ada rumah yang kehilangan ayah, keluarga yang kehilangan saudara, dan orang-orang yang harus menerima kenyataan bahwa seseorang yang sebelumnya masih bersama mereka kini telah pergi untuk selamanya.

Bagi warga Pontodon, kepergian Muksin menjadi luka baru setelah sebelumnya masyarakat dikejutkan dengan tragedi yang sama.

Raka Makalunsenge, warga Pontodon, berharap kejadian serupa tidak pernah kembali terjadi.

“Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan korban yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit segera disembuhkan,” ucap Raka.

Ia juga meminta aparat dan pihak terkait mengusut secara menyeluruh tragedi tersebut.

Menurutnya, harus ada pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang telah merenggut sembilan nyawa tersebut. Evaluasi menyeluruh juga dinilai penting agar kegiatan balap atau perlombaan serupa ke depan tidak kembali mengorbankan masyarakat.

Kini, setelah sembilan nyawa melayang, pertanyaan besar masih tersisa: bagaimana tragedi seperti ini bisa terjadi di tengah sebuah ajang yang seharusnya menjadi hiburan?

Sementara proses hukum dan penyelidikan terus berjalan, keluarga korban harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih berat—melanjutkan hidup tanpa mereka yang pergi.

Sembilan korban telah menjadi bagian dari catatan kelam tragedi Drag Race Kotamobagu.

Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, sembilan bukan sekadar angka.(Rony)

Berita Terkait

Dampingi RYL di Polres Kotamobagu, Kuasa Hukum Tegaskan Punya Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik
Bantah Klaim CIE ISTY soal Pinjaman, RYL Ungkap Bunga Rp900 Ribu per 10 Hari
Solar Langka di Kotamobagu, Parindo Tantang Kapolres Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi
Foto Telanjang ASN Kotamobagu Diduga Disebar gegara Utang, Polres Turun Tangan
Diduga Cemburu Lihat Percakapan WhatsApp, Perempuan di Kotamobagu Laporkan Pria ke Polisi
Pemkot Kotamobagu dan Pemkab Bolmong Sepakati Damai, Warga Upai-Poopo Diminta Hentikan Bentrok
12,2 Ribu Komentar, Insiden NAP FC Umi Dedeng Jadi Sorotan Warganet
HUT ke-62 Sulut Jadi Momentum Refleksi, Pemkot Kotamobagu Dorong Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 12:31

Dampingi RYL di Polres Kotamobagu, Kuasa Hukum Tegaskan Punya Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik

Thursday, 15 October 2026 - 23:06

Bantah Klaim CIE ISTY soal Pinjaman, RYL Ungkap Bunga Rp900 Ribu per 10 Hari

Tuesday, 13 October 2026 - 15:41

Solar Langka di Kotamobagu, Parindo Tantang Kapolres Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi

Monday, 12 October 2026 - 21:11

Foto Telanjang ASN Kotamobagu Diduga Disebar gegara Utang, Polres Turun Tangan

Sunday, 4 October 2026 - 17:07

Diduga Cemburu Lihat Percakapan WhatsApp, Perempuan di Kotamobagu Laporkan Pria ke Polisi

Berita Terbaru