Gus Yahya Terdepak dari Ketum PBNU, Gejolak Internal NU Meninggi

Wednesday, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLMONG, newsline.id -Ketum PBNU, Gus Yahya Cholil Staquf, resmi dinyatakan tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU per 26 November 2025 pukul 00.45 WIB. Keputusan ini dikeluarkan melalui surat edaran PBNU yang menyusul hasil rapat harian Syuriyah PBNU. Dengan demikian, semua wewenang dan hak yang melekat pada jabatan Ketum PBNU — termasuk penggunaan atribut, fasilitas, serta tindakan atas nama PBNU — dicabut.

Langkah pemberhentian ini dilatarbelakangi keputusan Syuriyah PBNU pada 20 November 2025, yang meminta Gus Yahya mengundurkan diri dalam kurun waktu 3×24 jam. Permintaan itu muncul menyusul kontroversi setelah PBNU mengundang narasumber dari kalangan akademisi asing dalam sebuah program kaderisasi, yang dianggap beberapa pihak melanggar nilai serta konstitusi organisasi.

Namun, Gus Yahya menolak sepenuhnya keputusan itu. Ia menegaskan bahwa jabatan Ketua Umum hanya bisa dicopot melalui mekanisme formal yaitu muktamar, bukan melalui rapat harian Syuriyah. Menurutnya, langkah pemberhentian lewat mekanisme rapat kecil seperti itu melampaui kewenangan dan tidak sah secara konstitusi organisasi.

Situasi ini menimbulkan dilema dan ketidakpastian di internal PBNU — apakah pencopotan ini akan dipertegas melalui rapat pleno ataukah ada penolakan dan tanggapan balik dari pihak‑pihak pendukung Gus Yahya. Seluruh mata kini tertuju pada respons para ulama, pengurus wilayah, dan santri serta bagaimana konflik ini akan memengaruhi konsolidasi dan arah organisasi NU ke depan.

Gus Yahya menghadapi momen kritis yang bisa mengubah wajah kepemimpinan PBNU di sisa masa periode ini — dengan potensi dampak besar terhadap stabilitas internal maupun citra organisasi di kancah nasional.(**)

Berita Terkait

Detik-Detik Jurnalis RI Ditangkap Militer Israel di Laut Gaza
Bupati Yusra Temui Mensos, Sekolah Rakyat Siap Dibangun di Bolmong Tahun 2026
Rekaman CCTV Intim Bocor, Inara Rusli dan Insanul Fahmi Angkat Suara
Kejagung Tegaskan Belum Ada Rencana Periksa Sri Mulyani di Kasus Pajak 2016‑2020
Eks Dirjen Pajak Suryo Utomo Diperiksa Kejagung atas Dugaan Manipulasi Pembayaran Pajak 2016–2020
Direktur Lokataru Ditangkap, Polisi Sebut Terlebih Dahulu Jadi Tersangka
Pemerintah Ambil Langkah Cepat Redam Gejolak Pasar di Tengah Gelombang Protes
Protes Nasional Memuncak, Pemerintah Umumkan Pemangkasan Tunjangan DPR Rp50 Juta

Berita Terkait

Tuesday, 19 May 2026 - 22:17

Detik-Detik Jurnalis RI Ditangkap Militer Israel di Laut Gaza

Thursday, 15 January 2026 - 18:56

Bupati Yusra Temui Mensos, Sekolah Rakyat Siap Dibangun di Bolmong Tahun 2026

Thursday, 27 November 2025 - 10:08

Rekaman CCTV Intim Bocor, Inara Rusli dan Insanul Fahmi Angkat Suara

Wednesday, 26 November 2025 - 19:39

Kejagung Tegaskan Belum Ada Rencana Periksa Sri Mulyani di Kasus Pajak 2016‑2020

Wednesday, 26 November 2025 - 19:34

Eks Dirjen Pajak Suryo Utomo Diperiksa Kejagung atas Dugaan Manipulasi Pembayaran Pajak 2016–2020

Berita Terbaru

Bolmong

UAS Disambut Ribuan Jamaah, Bolmong Bidik Investor

Friday, 22 May 2026 - 21:51

Advetorial

Ratusan Siswa Meriahkan O2SN, FLS2N dan GSI Bolmong

Saturday, 16 May 2026 - 10:24

Advetorial

Wabup Dony Lumenta Dorong Edukasi Kelistrikan Hingga ke Desa

Wednesday, 13 May 2026 - 20:04