KOTAMOBAGU – Langkah cepat Pemerintah Kota Kotamobagu bersama jajaran Forkopimda dalam menata distribusi bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan masyarakat.
Inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin langsung Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Mongkonai dan SPBU Kotobangon, dinilai berhasil mengurai antrean panjang yang sebelumnya terjadi.
Kondisi pelayanan pengisian BBM pun berangsur kembali normal. Dampaknya turut dirasakan para pengemudi taksi antardaerah yang setiap hari bergantung pada ketersediaan BBM untuk menjalankan aktivitas dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Febrianto Mamonto, pengemudi taksi rute Modayag–Kotamobagu asal Bongkudai, mengapresiasi langkah Wali Kota bersama aparat yang turun langsung melakukan pengawasan di lapangan.
“Kami sopir taksi Modayag menyampaikan terima kasih kepada Pak Wali Kota Kotamobagu. Kalau mereka tidak turun melakukan sidak, pasti kelangkaan minyak masih terjadi. Tapi dengan adanya tindakan ini, antrean kembali normal. Kami sudah tidak kesulitan mendapatkan minyak,” ujar Febrianto.
Apresiasi serupa disampaikan Aba Lani, pengemudi taksi rute Doloduo–Kotamobagu asal Kelurahan Gogagoman.
Menurutnya, pengawasan langsung pemerintah bersama kepolisian memberikan dampak nyata terhadap pelayanan BBM, terutama bagi pengemudi angkutan umum yang membutuhkan bahan bakar untuk mencari nafkah setiap hari.
“Adanya tindakan dari pemerintah maupun pihak kepolisian membuat antrean jadi lebih mudah. Taksi Kotamobagu–Doloduo juga kembali normal. Terima kasih Pak Wali Kota Kotamobagu,” kata Aba Lani.
Dampak penertiban tersebut juga dirasakan warga dari luar Kota Kotamobagu. Ifdal Boroma, warga Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mengapresiasi respons pemerintah dalam menangani persoalan BBM yang berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menilai pemerintah daerah perlu hadir secara langsung ketika terjadi persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Apresiasi untuk pemerintah Kotamobagu karena serius menangani masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Hal ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan, terutama bahan bakar minyak untuk kebutuhan warga saat beraktivitas,” ujar Boroma.
Bagi para pengemudi taksi dan masyarakat pengguna kendaraan, kembali normalnya pelayanan SPBU bukan sekadar persoalan kenyamanan. Ketersediaan BBM berkaitan langsung dengan kelancaran transportasi, aktivitas ekonomi, serta sumber pendapatan masyarakat.
Langkah turun langsung ke lapangan yang dilakukan Pemkot Kotamobagu bersama Forkopimda menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi BBM berjalan tertib dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara wajar.(Rony)










