BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow terus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia lokal agar mampu menembus pasar kerja internasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distansnaker) Bolmong lewat Sosialisasi Program Penempatan Tenaga Kerja dalam rangka Peningkatan Perlindungan dan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Bolmong, Rabu (9/9/2026), dibuka Sekretaris Daerah Bolmong Abdullah Mokoginta, S.H., M.Si.
Sebanyak 20 orang sebelumnya mendaftar dalam program tersebut. Setelah mengikuti tahapan seleksi kompetensi, 15 peserta dinyatakan mengikuti proses seleksi hingga akhirnya terpilih 10 putra-putri terbaik Bolmong untuk dipersiapkan bekerja di Jepang.
Pemerintah Kabupaten Bolmong memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Seluruh biaya pelatihan bagi 10 peserta yang lolos seleksi ditanggung melalui APBD Kabupaten Bolaang Mongondow.
Para calon pekerja migran tersebut selanjutnya akan menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan di LPK Gambatte Mirai Manado.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan bahasa, kesiapan fisik dan mental, serta pemahaman terhadap budaya dan etos kerja sebelum para peserta diberangkatkan ke Jepang.
Program ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Bolmong dalam membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Sepuluh CPMI yang telah dinyatakan lolos diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga disiplin selama pelatihan, serta membawa nama baik Kabupaten Bolaang Mongondow ketika bekerja di Jepang.
Pemerintah daerah juga berharap keberhasilan para peserta dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Bolmong lainnya untuk meningkatkan keterampilan dan berani mengambil peluang kerja di tingkat global.(Rony)










