LOLAK – Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., menerjunkan tim untuk memperketat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU menyusul antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM sekaligus menjaga kelancaran pelayanan bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan tim pengawas pada Kamis (3/9/2026), kondisi stok dan operasional di tiga SPBU di Bolmong terpantau berbeda.
Di SPBU Tadoy, pelayanan belum berjalan karena seluruh jenis BBM, yakni Pertalite, Solar, Dexlite dan Pertamax, sedang kosong. Pasokan baru dijadwalkan masuk pada Kamis malam berupa 16.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Solar untuk didistribusikan pada Jumat pagi.
Sementara itu, BBM jenis Dexlite belum dipesan karena tangki penyimpanan mengalami kerusakan. Adapun Pertamax masih dalam proses pemesanan.
Berbeda dengan SPBU Tadoy, SPBU Komangaan beroperasi normal mulai pukul 07.00 WITA. Stok yang tersedia tercatat sebanyak 8.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Solar.
SPBU tersebut juga memiliki stok Dexlite sebanyak 1.000 liter. Namun, BBM tersebut belum dapat disalurkan karena nozzle dispenser mengalami kerusakan dan masih menunggu penanganan teknisi dari Jakarta.
Tim pengawasan juga telah berada di SPBU Komangaan untuk memantau langsung kondisi pelayanan dan ketersediaan BBM.
Sementara di SPBU Kosio, kondisi antrean kendaraan terpantau aman dan terkendali. Pelayanan dibuka hingga pukul 21.00 WITA dengan stok yang relatif lebih besar, yakni 36.131 liter Pertalite, 11.310 liter Solar dan 7.452 liter Pertamax.
Namun, untuk sementara waktu, pelayanan pembelian BBM menggunakan surat rekomendasi belum dapat dilayani di SPBU tersebut.
Pemkab Bolmong terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan dan pelayanan BBM di lapangan sebagai upaya memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.(Rony)










