Kotamobagu Canangkan Desa Percontohan Pengelolaan Sampah

Monday, 29 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota Kotamobagu terus memperkuat kesadaran lingkungan berbasis masyarakat melalui program Desa Pilot Project Pengelolaan Sampah. Program ini dirancang sebagai langkah konkret untuk melibatkan warga secara langsung dalam pengelolaan sampah sejak dari tingkat rumah tangga hingga memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Desember 2025, dan dipusatkan di Balai Desa Kopandakan Satu. Sebanyak 100 warga mengikuti kegiatan ini dan akan dibina menjadi bagian dari Pasukan Hijau Kotamobagu sebagai penggerak pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah secara baik, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, sekaligus menyiapkan Desa Kopandakan Satu sebagai model desa percontohan pengelolaan sampah terpadu di Kota Kotamobagu.

Pada hari pertama, peserta menerima materi dasar mengenai tata kelola sampah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Kotamobagu, Drs. Teddy Makalalag, menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Jika dikelola dengan benar dan berkelanjutan, sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi bisa menjadi potensi,” jelas Teddy dalam penyampaian materinya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Staf Khusus Bidang Lingkungan, Putri Damayanti Potabuga, yang membahas konsep zero waste, teknik pemilahan sampah, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“Kopandakan Satu dipilih sebagai desa percontohan karena dinilai siap menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat,” ujar Putri.

Tidak hanya menerima teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pengolahan kompos yang dipandu oleh tim dari Climate Institute. Melalui praktik tersebut, masyarakat diajak memahami secara aplikatif proses pengelolaan sampah organik hingga siap dimanfaatkan.

Putri menambahkan, keberhasilan program ini akan menjadi pintu masuk penerapan sistem serupa di seluruh desa dan kelurahan di Kota Kotamobagu.

“Jika program ini berjalan baik, maka akan direplikasi ke wilayah lain. Ke depan, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan melalui Badan Usaha Milik Desa maupun Koperasi Merah Putih, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa.(**)

Berita Terkait

Weny Gaib Pimpin Penyambutan Menhan RI di Kotamobagu
Pemkot Kotamobagu dan BPOM Perkuat Pengawasan Pangan
Pemkot Kotamobagu Teguhkan Semangat Kartini dan Otonomi Daerah
Kain Khas Kotamobagu Dipuji di Belanda, Rindah Terima Penghargaan
48 Jemaah Haji Kotamobagu Dapat Bantuan Rp3,5 Juta
Disiplin Jadi Penekanan Evaluasi Aparatur Kotamobagu
TP-PKK Kotamobagu Gaungkan Kesetaraan Gender Lewat Lomba Reels
TP-PKK Kotamobagu Kawal Duta Cegah Stunting ke Provinsi

Berita Terkait

Friday, 8 May 2026 - 13:28

Weny Gaib Pimpin Penyambutan Menhan RI di Kotamobagu

Wednesday, 29 April 2026 - 22:58

Pemkot Kotamobagu dan BPOM Perkuat Pengawasan Pangan

Wednesday, 29 April 2026 - 22:53

Pemkot Kotamobagu Teguhkan Semangat Kartini dan Otonomi Daerah

Monday, 27 April 2026 - 16:09

Kain Khas Kotamobagu Dipuji di Belanda, Rindah Terima Penghargaan

Monday, 27 April 2026 - 16:07

48 Jemaah Haji Kotamobagu Dapat Bantuan Rp3,5 Juta

Berita Terbaru

Bolmong

UAS Disambut Ribuan Jamaah, Bolmong Bidik Investor

Friday, 22 May 2026 - 21:51

Advetorial

Ratusan Siswa Meriahkan O2SN, FLS2N dan GSI Bolmong

Saturday, 16 May 2026 - 10:24