KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, mendorong percepatan regenerasi petani muda sebagai langkah menjaga keberlanjutan sektor pertanian daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kelompok Belajar Mandiri Berbasis Pemberdayaan (KBMBP) di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Kegiatan yang berfokus pada pengembangan komoditas kakao ini dinilai menjadi strategi penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya bagi generasi muda yang diproyeksikan menjadi penerus sektor pertanian di masa depan.
Rendy mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan, terutama dalam proses pembibitan kakao.
“Pembibitan kakao merupakan tahapan krusial untuk menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, dan mampu mendongkrak hasil panen,” ujar Rendy.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dalam kegiatan KBMBP dapat disebarluaskan kepada petani lainnya sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu.
Menurutnya, generasi muda khususnya Generasi Z perlu mendapatkan pendampingan sejak awal agar memiliki ketertarikan dan kemampuan untuk masuk ke sektor pertanian.
“Saya berharap Gen Z yang hadir saat ini punya kemauan kuat untuk terjun ke dunia pertanian. Mereka perlu dibimbing sejak awal agar lahir petani muda yang siap melanjutkan pembangunan sektor pertanian di Kotamobagu,” tambahnya.
Dalam pengembangan kakao, Rendy menekankan pentingnya ketersediaan bibit berkualitas sejak tahap awal, disertai pendampingan berkelanjutan dalam teknik budidaya hingga mampu menciptakan kemandirian produksi bibit bermutu.
Pelaksanaan KBMBP mendapat apresiasi dari berbagai pihak di sektor pertanian Kotamobagu. Penggerak KBMBP, Darwis Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Wali Kota yang dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap petani kakao.
“Kehadiran pimpinan daerah menjadi motivasi bagi kami dan menunjukkan dukungan nyata pemerintah kepada petani,” kata Darwis.
Sementara itu, praktisi kakao Akbar Damopolii menilai kegiatan tersebut menjadi dorongan bagi petani untuk meningkatkan kualitas usaha tani. Ia berharap pemerintah terus memperkuat penyelesaian persoalan pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi hingga akses pasar.
Akbar juga berharap Kotamobagu ke depan dapat memiliki produk unggulan kakao dengan identitas khas yang mampu dikenal hingga luar daerah.
Ketua Petani Merdeka Kotamobagu, Fadli Paputungan, turut mengapresiasi langkah pemerintah yang cepat merespons aspirasi petani. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan petani terus berjalan untuk mendorong kemajuan sektor pertanian, terutama bagi petani milenial.(**)










