KOTAMOBAGU – Upaya menekan angka stunting di Kota Kotamobagu kini menyasar generasi muda dengan cara yang lebih dekat dan kekinian. Melalui kegiatan bertajuk Ngobrol Sehat Soal Stunting di Coffee Street, halaman Kampus Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), Sabtu (23/5/2026), edukasi kesehatan dikemas santai agar lebih mudah diterima kalangan mahasiswa dan remaja.
Kegiatan yang digagas Pokja IV TP-PKK Kotamobagu tersebut menghadirkan Ketua TP-PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, yang secara langsung berinteraksi dengan mahasiswa dan pelaku UMKM di kawasan Coffee Street.
Di tengah suasana yang akrab dan penuh diskusi, Rindah menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak dimulai ketika seorang anak lahir, melainkan jauh sebelumnya, saat generasi muda mulai membangun pola hidup sehat dan memahami pentingnya pemenuhan gizi.
“Pencegahan stunting itu garis start-nya ada di tangan adik-adik remaja saat ini. Pola hidup sehat dan pemenuhan gizi harus dipahami sejak dini,” ujarnya.
Menurut Rindah, pendekatan edukasi kesehatan harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, ruang publik yang sering menjadi tempat berkumpul anak muda dinilai efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait kesehatan, gizi, dan persiapan kehidupan berkeluarga di masa depan.
Ia juga menilai Coffee Street tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi dapat berkembang menjadi ruang edukasi yang mempertemukan ide, kreativitas, dan kesadaran sosial masyarakat.
Selain mengkampanyekan pencegahan stunting, Rindah turut memberikan perhatian kepada pelaku UMKM muda yang beraktivitas di kawasan tersebut. Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pencegahan stunting.
Talk show tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Lussiana M. Maramis dan Putri Damayanti Potabuga, yang membahas berbagai aspek pencegahan stunting dari perspektif kesehatan masyarakat, pola konsumsi, hingga pentingnya kesiapan generasi muda dalam membangun keluarga yang sehat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Kotamobagu dan TP-PKK dalam memperluas edukasi kesehatan kepada kelompok usia produktif yang akan menjadi calon orang tua di masa mendatang.
Dengan pendekatan yang lebih santai, interaktif, dan dekat dengan keseharian anak muda, pesan tentang pentingnya pencegahan stunting diharapkan dapat tersampaikan lebih efektif. Sebab, keberhasilan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas tidak hanya ditentukan saat masa kehamilan, tetapi dimulai dari kesadaran generasi muda untuk menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang.(Roni)










