IKTGM Dampingi PKK Bongkudai Olah Tuna dan Kelor Jadi Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil KEK

Saturday, 15 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONGKUDAI — Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika (IKTGM) mendampingi Ibu-Ibu PKK Desa Bongkudai Induk mengolah ikan tuna dan daun kelor menjadi creckers sebagai alternatif makanan tambahan bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Ibu-Ibu PKK melalui Inovasi Creckers Ikan Tuna dan Daun Kelor sebagai Alternatif Makanan Tambahan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK)”.

Program ini mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan untuk tahun pendanaan 2026.

Pelaksanaan program berlangsung sejak Januari hingga Agustus 2026 dengan Ibu-Ibu PKK Desa Bongkudai Induk sebagai kelompok mitra sasaran.

Tim pengabdian IKTGM diketuai BDN. Muzayyana, S.ST., M.Keb., bersama anggota Alhidayah, S.ST., M.Keb., dan Fini Alvionita Umar, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan diawali edukasi mengenai Kekurangan Energi Kronis pada ibu hamil. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian KEK, faktor risiko, tanda-tanda yang perlu diperhatikan, dampaknya terhadap ibu dan janin, serta pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan.

Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Untuk mengukur perubahan pengetahuan, tim melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Ketua tim pengabdian BDN. Muzayyana mengatakan keterlibatan PKK menjadi bagian penting karena kelompok tersebut memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai KEK, tetapi juga membekali Ibu-Ibu PKK dengan keterampilan memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi produk inovatif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” katanya.

Setelah mendapatkan edukasi, peserta mengikuti pelatihan dan praktik langsung pembuatan creckers berbahan ikan tuna dan daun kelor.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah teknologi tepat guna, di antaranya cabinet dehydrator otomatis, meat grinder, disk mill, dan continuous sealer.

Daun kelor terlebih dahulu dikeringkan menggunakan cabinet dehydrator sebelum diolah menjadi serbuk menggunakan mesin disk mill. Sementara ikan tuna dipersiapkan dan digiling menggunakan meat grinder.

Peserta kemudian mempraktikkan proses pencampuran bahan, pembuatan adonan, pencetakan, pengolahan, pendinginan hingga pengemasan produk dengan pendampingan tim dosen IKTGM.

Dari proses tersebut dihasilkan creckers ikan tuna dan daun kelor yang dikembangkan sebagai salah satu alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dengan KEK.

Selain keterampilan produksi, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemilihan bahan, higiene dan sanitasi, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan produk.

Creckers yang telah selesai diolah kemudian dikemas menggunakan continuous sealer sehingga kemasan lebih tertutup dan rapi.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong keterampilan dan kemandirian Ibu-Ibu PKK. Peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai pengemasan, perhitungan biaya produksi, serta peluang pengembangan produk sebagai kegiatan produktif kelompok.

Alhidayah, S.ST., M.Keb., dan Fini Alvionita Umar, S.Pd., M.Pd., turut mendampingi peserta selama proses edukasi, pelatihan, dan praktik produksi.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian juga menyediakan berbagai media edukasi berupa buku saku, leaflet, poster, dan infografis digital.

Media tersebut dapat dimanfaatkan dalam kegiatan PKK, posyandu, edukasi keluarga, maupun kegiatan masyarakat lainnya sehingga informasi mengenai KEK, gizi ibu hamil, dan pemanfaatan pangan lokal dapat terus disampaikan.

Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan IKTGM. Dukungan pendanaan Kemdiktisaintek memungkinkan pelaksanaan edukasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, serta pengembangan produk bersama masyarakat Desa Bongkudai Induk.

Tim pengabdian berharap inovasi creckers ikan tuna dan daun kelor tidak berhenti sebagai produk hasil pelatihan. Ke depan, pengembangan produk dapat diarahkan pada peningkatan kualitas, penyempurnaan kemasan, standardisasi produksi, pemasaran, serta penguatan kapasitas kewirausahaan kelompok.

Teknologi yang telah diperkenalkan juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan Ibu-Ibu PKK untuk mengembangkan berbagai produk pangan lokal lainnya.

Dengan pendampingan berkelanjutan, inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Bongkudai Induk.(Rony)

Berita Terkait

Dampingi RYL di Polres Kotamobagu, Kuasa Hukum Tegaskan Punya Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik
Bantah Klaim CIE ISTY soal Pinjaman, RYL Ungkap Bunga Rp900 Ribu per 10 Hari
Solar Langka di Kotamobagu, Parindo Tantang Kapolres Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi
Foto Telanjang ASN Kotamobagu Diduga Disebar gegara Utang, Polres Turun Tangan
Diduga Cemburu Lihat Percakapan WhatsApp, Perempuan di Kotamobagu Laporkan Pria ke Polisi
Pemkot Kotamobagu dan Pemkab Bolmong Sepakati Damai, Warga Upai-Poopo Diminta Hentikan Bentrok
12,2 Ribu Komentar, Insiden NAP FC Umi Dedeng Jadi Sorotan Warganet
HUT ke-62 Sulut Jadi Momentum Refleksi, Pemkot Kotamobagu Dorong Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 12:31

Dampingi RYL di Polres Kotamobagu, Kuasa Hukum Tegaskan Punya Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik

Thursday, 15 October 2026 - 23:06

Bantah Klaim CIE ISTY soal Pinjaman, RYL Ungkap Bunga Rp900 Ribu per 10 Hari

Tuesday, 13 October 2026 - 15:41

Solar Langka di Kotamobagu, Parindo Tantang Kapolres Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi

Monday, 12 October 2026 - 21:11

Foto Telanjang ASN Kotamobagu Diduga Disebar gegara Utang, Polres Turun Tangan

Sunday, 4 October 2026 - 17:07

Diduga Cemburu Lihat Percakapan WhatsApp, Perempuan di Kotamobagu Laporkan Pria ke Polisi

Berita Terbaru