BMKG Ingatkan Potensi Peningkatan Curah Hujan, Pemkot Kotamobagu Siapkan Mitigasi Bencana

Thursday, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTAMOBAGU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap masuknya musim hujan yang bersamaan dengan fenomena La Nina Lemah. Kondisi ini diperkirakan meningkatkan curah hujan hingga 20–40 persen sejak November atau akhir 2024, dan berlangsung setidaknya sampai Maret–April 2025.

Fenomena La Nina terjadi akibat pendinginan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, yang memicu anomali iklim global dan berdampak pada intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa masyarakat perlu mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut. “Fenomena ini dapat berdampak signifikan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah perbukitan, dataran tinggi, lereng gunung, dan bantaran sungai,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Dwikorita menegaskan bahwa La Nina berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Ia juga mengingatkan ancaman banjir lahar hujan, terutama di wilayah sekitar gunung api yang baru mengalami erupsi.

Faktor penyimpangan suhu muka laut di Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan perairan Indonesia disebut sebagai pemicu utama dinamika iklim Indonesia pada 2025. BMKG meminta seluruh sektor untuk menyesuaikan kebijakan dan program berdasarkan prediksi iklim yang telah dikeluarkan.

Sementara itu, menanggapi kondisi cuaca yang semakin dinamis, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui BPBD telah menyelenggarakan Pelatihan Penanggulangan dan Mitigasi Bencana pada Rabu (4/9/2024). Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekda Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, sekaligus memimpin Rapat Kerja Tim Reaksi Cepat lintas sektor sesuai arahan Pj Wali Kota Abdullah Mokoginta.

Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi musim hujan. “Kami mengimbau masyarakat Kotamobagu untuk waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor. Pelatihan ini diikuti 33 peserta dari desa dan kelurahan yang termasuk dalam kawasan rawan bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun bencana tidak dapat dipastikan, pemerintah harus selalu menyiapkan strategi mitigasi. “Kotamobagu memiliki dokumen rencana penanggulangan bencana yang memuat langkah strategis, termasuk peta rawan bencana. Saat ini terdapat 17 desa yang dikategorikan rawan,” jelasnya.

Pemkot Kotamobagu berharap kesiapsiagaan lintas sektor dan masyarakat dapat memperkuat mitigasi serta memperkecil risiko bencana selama musim hujan dan periode La Nina.(**)

Berita Terkait

Wali Kota Kotamobagu Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Sambut AKBP Abdul Kholik sebagai Pejabat Baru
Kafilah Kotamobagu Sabet Juara Umum MTQ ke-31 Sulut 2026, Pertahankan Dominasi
GMIBM Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kotamobagu
Hari Bhayangkara Perkuat Sinergi Pemkot dan Polres Kotamobagu
Kotamobagu Perkuat Budaya Inovasi Lewat IGA 2026
Wali Kota Tekankan Keluarga Kuat di Era Digital
Regenerasi Petani Muda Kakao Jadi Fokus Pemkot Kotamobagu
Pelayanan Dukcapil Kotamobagu Diperkuat Lewat Forum Publik

Berita Terkait

Monday, 13 July 2026 - 08:31

Wali Kota Kotamobagu Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Sambut AKBP Abdul Kholik sebagai Pejabat Baru

Wednesday, 8 July 2026 - 20:14

Kafilah Kotamobagu Sabet Juara Umum MTQ ke-31 Sulut 2026, Pertahankan Dominasi

Saturday, 4 July 2026 - 09:19

GMIBM Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kotamobagu

Wednesday, 1 July 2026 - 11:06

Hari Bhayangkara Perkuat Sinergi Pemkot dan Polres Kotamobagu

Tuesday, 30 June 2026 - 22:51

Kotamobagu Perkuat Budaya Inovasi Lewat IGA 2026

Berita Terbaru