BOLMONG,Newsline.id– Perayaan Tulude di Desa Tiberias, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan adat tahunan masyarakat Nusa Utara ini dihadiri Wakil Bupati Dony Lumenta bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Pdt. Syliane Lumenta-Pangalila.
Tulude merupakan upacara adat masyarakat Sangihe, Talaud, dan Sitaro sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat sepanjang tahun yang telah dilalui sekaligus permohonan perlindungan di tahun yang baru. Prosesi sakral diawali dengan ibadah bersama untuk memohon keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Bagi masyarakat Nusa Utara yang bermukim di wilayah Bolmong, perayaan Tulude menjadi agenda penting yang terus dijaga keberlangsungannya. Tradisi ini dinilai sebagai wujud nyata pelestarian adat dan budaya leluhur di tengah keberagaman masyarakat daerah.
Wakil Bupati Dony Lumenta mengatakan, perayaan Tulude patut dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat Bolmong, khususnya warga etnis Nusa Utara. “Ini merupakan bentuk kearifan lokal yang mencerminkan keanekaragaman adat dan budaya di daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjunjung tinggi adat istiadat dari seluruh suku yang ada di Bolmong. “Saya bersama Bupati Yusra Al-Habsyi berkomitmen menjaga dan menghormati seluruh tradisi yang hidup di tengah masyarakat,” kata Lumenta.
Menurutnya, perayaan Tulude yang digelar setiap awal tahun merupakan prosesi adat yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang kuat. “Mari kita jaga bersama tradisi dan budaya di Kabupaten Bolaang Mongondow. Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan-kegiatan kearifan lokal seperti ini,” tambahnya.
Puncak perayaan Tulude ditandai dengan prosesi adat pemotongan kue Tamo oleh pemangku adat setempat, sebagai simbol syukur, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.(**)










