Pekerja PT Pelita Matana Gas Mogok Kerja, Keluhkan Gaji di Bawah UMP dan Minimnya Perlindungan

Tuesday, 2 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLMONG — Sebanyak 14 pekerja PT Pelita Matana Gas di Desa Lolayan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas gaji yang dinilai tidak sesuai Upah Minimum Pekerja (UMP). Aksi tersebut digelar di depan pabrik perusahaan pada Selasa (02/11), sebagai bentuk tuntutan terhadap kondisi kerja yang dianggap tidak layak.

Para pekerja mengeluhkan pendapatan mereka yang hanya sekitar Rp2 juta per bulan, jauh dari kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Selain itu, mereka menilai beban kerja tidak sebanding dengan upah yang diterima.

“Gaji kami dua juta sebulan, sementara biaya hidup dan beban kerja tidak mencukupi untuk kebutuhan istri dan anak,” keluh Paputungan, salah satu pekerja.

Keluhan tidak berhenti pada persoalan upah. Karyawan juga menuding perusahaan lepas tangan terhadap kasus kecelakaan kerja, termasuk insiden yang menimpa salah satu pekerja hingga mengalami putus jari.

Menyikapi aksi protes tersebut, aktivis pemerhati Parindo Potabuga mengecam keras kelalaian perusahaan terhadap hak-hak pekerja. Menurutnya, perusahaan wajib memenuhi regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

“Perusahaan tidak bisa semena-mena terhadap karyawan, apalagi tidak menerapkan UMP. Itu sudah menjadi kewajiban sebagaimana diatur dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003,” tegas Potabuga.

Ia juga menekankan bahwa perusahaan memiliki kewajiban menyediakan perlindungan keselamatan kerja, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan dan program ketenagakerjaan lainnya. “Perusahaan tidak boleh membiarkan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja tanpa tanggung jawab. Itu bagian dari kewajiban mereka,” tutupnya.

Aksi mogok kerja ini diharapkan dapat membuka jalan bagi dialog antara pekerja, perusahaan, serta pemerintah agar permasalahan ketenagakerjaan dapat diselesaikan secara adil.(Rony)

Berita Terkait

Dony Lumenta Temui Wamen Desa, Bahas Pengembangan Desa Tematik Bolmong
Kemarau Melanda Bolmong, Yusra Alhabsyi Ajak Warga Salat Istisqa
Pemkab Bolmong Ikuti Evaluasi IPKD 2025, Sekda Abdullah Mokoginta Pimpin Delegasi
Bupati Yusra Sidak ASN Bolmong Usai Pimpin Apel Sore
Lomba PKK Sulut 2026 Dimulai, Empat Desa di Bolmong Jadi Lokus Penilaian
Pemkab Bolmong dan ATR/BPN Perkuat Sinergi, Pelayanan Pertanahan Didorong Lebih Cepat
Dony Lumenta Pimpin Percepatan Evaluasi Pelayanan Publik Bolmong di Ombudsman
Amri Modeong Resmi Pimpin IKA PMII Bolmong, Yusra Alhabsyi Dorong Jadi Mitra Strategis Pemda

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 12:57

Dony Lumenta Temui Wamen Desa, Bahas Pengembangan Desa Tematik Bolmong

Thursday, 17 September 2026 - 09:27

Kemarau Melanda Bolmong, Yusra Alhabsyi Ajak Warga Salat Istisqa

Wednesday, 16 September 2026 - 21:08

Pemkab Bolmong Ikuti Evaluasi IPKD 2025, Sekda Abdullah Mokoginta Pimpin Delegasi

Wednesday, 16 September 2026 - 20:47

Bupati Yusra Sidak ASN Bolmong Usai Pimpin Apel Sore

Tuesday, 15 September 2026 - 16:40

Pemkab Bolmong dan ATR/BPN Perkuat Sinergi, Pelayanan Pertanahan Didorong Lebih Cepat

Berita Terbaru

Bolmong

Bupati Yusra Sidak ASN Bolmong Usai Pimpin Apel Sore

Wednesday, 16 Sep 2026 - 20:47