Dinas Pendidikan Gaunkan APS Serta Sosialisasi Tekan Anak Putus Sekolah di Kotamobagu

Friday, 31 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotamobagu, newsline.id – Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu terus berinovasi dalam upaya meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan menekan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Kebijakan Bidang Pendidikan yang digelar pada Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Putri Damayanti Potabuga, S.IP., M.Si., dan Miftahul Jannah Akuba, S.E., M.Sa., serta diikuti oleh perwakilan pemerintah desa dan kelurahan se-Kota Kotamobagu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Moh. Jufry Ngandu, melalui Kepala Seksi Pendidikan Nonformal Sutomo Mamaonto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Anak Tidak Sekolah (ATS) yang terintegrasi dalam aplikasi resmi milik Kementerian Pendidikan.

“Kami menindaklanjuti data ATS dengan melakukan verifikasi ke seluruh desa dan kelurahan. Data tersebut mencakup kategori anak D.O, LTM, hingga DPB yang bersumber langsung dari kementerian,” jelas Sutomo.

Ia menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat resmi yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu kepada seluruh pemerintah desa dan kelurahan untuk membantu proses verifikasi data tersebut.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menuntaskan masalah anak tidak sekolah serta meningkatkan angka partisipasi sekolah, khususnya bagi mereka yang sempat putus sekolah,” lanjutnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Kotamobagu saat ini mencapai sekitar 900 anak, yang terdiri dari kategori tidak pernah sekolah, tidak melanjutkan sekolah, dan putus sekolah (D.O).

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Pendidikan akan mengarahkan anak-anak tersebut ke program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

“Anak-anak yang hadir di sini langsung kami arahkan ke PKBM atau SKB. Misalnya ada yang putus di jenjang SD, diarahkan ke program Paket A. Mereka bebas memilih PKBM mana yang ingin diikuti,” ungkap Sutomo.

Di Kota Kotamobagu sendiri terdapat empat PKBM aktif, yakni PKBM Handiani, PKBM Oruman, PKBM Pesmar, dan PKBM Supamaju, serta satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang menjadi lembaga pendidikan nonformal milik pemerintah.

Sementara itu, narasumber Putri Damayanti Potabuga, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa tema besar kegiatan ini tidak hanya fokus pada pendidikan kesetaraan, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak putus sekolah untuk diarahkan pada green job atau pekerjaan ramah lingkungan.

“Banyak pekerjaan saat ini tidak mensyaratkan pendidikan formal, tetapi membutuhkan keterampilan dan kepedulian terhadap lingkungan. Misalnya, pelatihan menjahit dan perawatan kecantikan yang bisa dikembangkan di tingkat desa,” jelas Putri.

Ia juga menyoroti potensi besar balai-balai pelatihan yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah.

Selain itu, Putri memperkenalkan program manajemen sampah berbasis rumah tangga yang akan dijalankan di sejumlah desa dan kelurahan sebagai pilot project.

“Program ini bertujuan memutus sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Ke depan, masyarakat Kotamobagu diharapkan bisa menjadi masyarakat cerdas yang mampu memilah sampah dari rumah sendiri,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Kotamobagu dalam menekan angka anak tidak sekolah sekaligus membuka peluang peningkatan keterampilan dan pekerjaan hijau bagi masyarakat melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan, SKB, PKBM, serta pemerintah desa dan kelurahan. {;**)

Berita Terkait

Dishub Kotamobagu Tegaskan Retribusi Parkir Sanpalk UDK Punya Dasar Hukum
Diduga Cabuli Wanita Saat Tak Sadarkan Diri, Dua Pria Dilaporkan ke Polisi
Solar SPBU Kotabangun Disebut Sering Habis, Warga Desak APH Turun Tangan
Taman Kota Kotamobagu Direhabilitasi, Disiapkan untuk Ramadan Fest 2027
Pemkot Kotamobagu Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Diprioritaskan untuk Kebutuhan Mendesak
Sidak Wali Kota Weny Bikin Antrean BBM Kotamobagu Kembali Normal
Wali Kota Weny Pantau SPBU, Pengisian BBM Dibatasi Sehari Sekali
Bupati Yusra Hadiri Rakor Pembentukan Provinsi BMR

Berita Terkait

Friday, 18 September 2026 - 12:20

Dishub Kotamobagu Tegaskan Retribusi Parkir Sanpalk UDK Punya Dasar Hukum

Monday, 14 September 2026 - 08:36

Diduga Cabuli Wanita Saat Tak Sadarkan Diri, Dua Pria Dilaporkan ke Polisi

Sunday, 13 September 2026 - 15:44

Solar SPBU Kotabangun Disebut Sering Habis, Warga Desak APH Turun Tangan

Sunday, 13 September 2026 - 08:26

Taman Kota Kotamobagu Direhabilitasi, Disiapkan untuk Ramadan Fest 2027

Saturday, 12 September 2026 - 14:46

Pemkot Kotamobagu Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Diprioritaskan untuk Kebutuhan Mendesak

Berita Terbaru

Bolmong

Bupati Yusra Sidak ASN Bolmong Usai Pimpin Apel Sore

Wednesday, 16 Sep 2026 - 20:47