Bolmong, Newsline.id –Perayaan Dharma Santi di Desa Adat Mopugad, Kecamatan Dumoga Utara, menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan sekaligus mendorong pembangunan di Bolaang Mongondow. Kegiatan yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan ini dihadiri langsung Wakil Bupati Dony Lumenta, Rabu (22/04/2027).
Mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam Menuju Bolaang Mongondow Bersatu Meraih Juara”, acara berlangsung khidmat dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Dharma Santi sendiri merupakan puncak rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu, yang dimaknai sebagai ajang saling memaafkan serta mempererat persaudaraan.

Ketua PHDI Bolmong, I Wayan Mudiyasa, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai ajaran Hindu dalam kehidupan sosial.
“Dharma Santi menjadi momentum simakrama, saling memaafkan, sekaligus mempererat hubungan antarumat,” ujarnya.
Wakil Bupati Dony Lumenta dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada umat Hindu yang telah menjaga tradisi dan harmoni di tengah masyarakat. Ia menilai, kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah melalui penguatan toleransi dan solidaritas.
“Ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan menjaga keamanan daerah,” kata Dony.

Dalam kesempatan itu, Dony juga merespons aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan jembatan di wilayah Dumoga Utara. Ia memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti sesuai dengan skala prioritas anggaran.
“Kalau anggarannya kecil, kita dorong di APBD Perubahan. Jika besar, akan kita prioritaskan di APBD 2027,” jelasnya.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga merencanakan peningkatan kualitas jalan di wilayah Mopuya, termasuk pelebaran ruas jalan serta pemasangan penerangan jalan umum. Bahkan, terdapat rencana jangka panjang untuk pengembangan jalan menjadi dua jalur guna menunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, adat, hingga masyarakat dalam kegiatan ini semakin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Bolaang Mongondow.(Dk/*)










