Jakarta, newsline.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada Minggu (24/8).
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh bibit siklon tropis 90W yang terpantau di Laut China Selatan. Fenomena tersebut menimbulkan pola angin kencang yang berdampak pada tinggi gelombang di beberapa perairan.
BMKG mencatat sedikitnya 15 perairan yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter, di antaranya:
Perairan Barat Kepulauan Mentawai
- Perairan Enggano – Bengkulu
- Perairan Barat Lampung
- Samudra Hindia Barat Sumatra
- Selat Sunda Bagian Selatan
- Perairan Selatan Jawa hingga NTB
- Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTB
- Perairan Selatan Pulau Sumba
- Laut Sawu
- Perairan Kupang – Rote
- Laut Timor bagian selatan NTT
- Perairan Utara Papua Barat hingga Papua
- Samudra Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua
- Perairan Halmahera
- Laut Maluku Bagian Utara
Imbauan BMKG
BMKG meminta masyarakat, terutama nelayan, pelaku pelayaran, dan wisata bahari, untuk mewaspadai kondisi ini. Kapal nelayan, kapal tongkang, hingga kapal feri diimbau menunda perjalanan jika memungkinkan, terutama di wilayah dengan kategori gelombang tinggi.
Kami mengimbau agar masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan. Gelombang tinggi bisa berbahaya bagi keselamatan pelayaran, terutama kapal kecil,” ujar Kepala BMKG Maritim.
Dampak yang Mungkin Terjadi
Aktivitas pelayaran dan penyeberangan berisiko terganggu.
Wisata bahari seperti snorkeling, diving, atau aktivitas pantai perlu dihindari sementara waktu.
Potensi banjir rob di pesisir selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
BMKG menegaskan, peringatan ini berlaku hingga 24 jam ke depan dan masyarakat diminta rutin memantau update resmi cuaca maritim melalui situs dan aplikasi BMKG. (*)










